DOTA 2

a multiplayer online battle arena (MOBA) game like League of Legends and Heroes of the Storm, with players able to choose from more than 100 playable heroes. Two teams of five must compete with one another – the winner being the first to enter the opposing team's stronghold and destroy their ancient.

PUBG

PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) is an online multiplayer battle royale game developed and published by PUBG Corporation, a subsidiary of South Korean video game company Bluehole.

MOBILE LEGENDS

is a 5v5 MOBA for handheld devices that offers a variety of playable heroes, game modes, and intense, fast-paced gameplay. With controls optimized for touchscreen devices, players can quickly get set up to play a match against other players in real time.

FREE FIRE

Free Fire is a mobile game where players enter a battlefield where there is only one winner - the last man standing. Grab weapons to do others in and supplies to bolster your chances of survival. Eventually, players are forced into a shrinking play zone to engage each other in a tactical and diverse environment.

CS GO

is a multiplayer first-person shooter video game developed by Hidden Path Entertainment and Valve Corporation.

Sunday, 29 September 2019

Kemenangan Genflix Aerowolf di Minggu Keenam!


Kemenangan Genflix Aerowolf di Minggu Keenam! - Genflix Aerowolf yakni salah satu tim esports yang saat ini menjadi sorotan. Pasalnya tim yang roster-nya diisi oleh eks pemain dari Louvre Esports ini sampai permulaan perlombaan sampai pekan keenam ini berada di posisi yang kurang menguntungkan, alias jadi juru kunci.

Entah apa yang membikin permainan dari Genflix Aerowolf ini kurang optimal. Banyak spekulasi yang hadir dari pengguna internet, seperti Marsha cs yang kurang sreg dengan timnya sampai bayang-bayang Louvre Esports.


Diinfokan dari spin_esports, kekalahan yang terus menerus dari Genflix Aerowolf memang menjadi pertanyaan tersendiri. Pasalnya, para roster yang dimiliki oleh Genflix Aerowolf yakni roster-roster hebat yang sempat menerima gelar jawara dua bersama timnya terdahulu di gelaran MPL Season 3 sampai MSC 2019.

Sekarang gelaran turnamen Mobile Legends: Bang Bang sudah menjelang pekan keenamnya. Pada hari pertama di pekan keenam ini, Genflix Aerowolf melawan Bigetron Esports. Nampaknya Genflix Aerowolf berkeinginan bangkit dari kekalahan yang terus ia temukan. Hal ini terbukti dengan kemenangan Genflix Aerowolf saat melawan Bigetron Esports.


Kemenangan yang diraih oleh Genflix Aerowolf ini, membikin nilai kemenangan mereka bertambah. Hasil nilai perlombaan antara Genflix Aerowolf dengan Bigetron Esports yakni 2-1. Padahal menerima kemenangan, sobat gamers yang meniru jalannya perlombaan pun meragukan bila Genflix Aerowolf bisa masuk ke dalam babak MPL play off. Seperti sobat gamers dengan akun Instagram @bimoadhy ini yang mengatkan bila percuma saja mereka—Genflix Aerowolf—meraih kemenangan, nanti tetap akan susah untuk lolos ke babak 6 besar karena tim lainnya juga banyak yang hebat.

Tapi ada juga sobat gamers yang memberikan selamat atas kemenangan dari Genflix Aerowolf. Banyak sobat gamers yang mengucapkan kesenangannya atas kemenangan dari Genflix Aerowolf dengan mengucapkan Alhamdulillah. Tapi ada salah satu komentar sobat gamers yang cukup menyita perhatian, yakni akun @mochamadfaridofanani_96 yang mengatakan bahwa pelatih Louvre dulu diambil dari orang yang GG dalam game esports Mobile Legends: Bang Bang ini. Hal hal yang demikian memang benar, karena pernah disuarakan secara langsung oleh Erick Herlangga melalui QnA di akun Instagram-nya. Erick Herlangga pun sempat memberi anjuran pelatih Louvre Esports untuk tim Genflix Aerowolf.

Padahal sudah disarankan, namun belum jelas apakah Genflix Aerowolf memakai pelatih hal yang demikian atau tak. Di sisi lain, ada perlombaan Mobile Legends juga pada hari pertama pekan keenam ini, yakni perlombaan antara Aura Esports melawan Geek Fam ID. Aura Esports yang semenjak permulaan turnamen bermain baik, kini kembali menampakkan permainannya yang baik. Aura Esports sukses meraih kemenangan sebanyak 2 nilai saat melawan Gekk Fam ID. Aura Esports sendiri sampai saat ini sukses masuk ke peringkat 3 besar klasemen sementara MPL Season 4. Wah, kira-kira siapa ya yang akan menjadi jawara di MPL Season 4?

TOP GAME :
PUBG
MOBILE LEGENDS
ARENA OF VALOR
DOTA 2 

Saturday, 28 September 2019

BTR Bangkit dan Raih 5 WWCD di PMCO!


BTR Bangkit dan Raih 5 WWCD di PMCO! - Tencent menghadirkan kembali turnamen PUBG Mobile PMCO Fall Split 2019. Dalam ajang PMCO hal yang demikian, Tencent lebih-lebih dulu mengadakan babak kualifikasi di setiap regional di mana 2 jawara peringkat atas mempunyai hak melaju ke babak final.

Diinfokan dari tribunnews, dalam babak kualifikasi di regional Asia Tenggara, Tencent mengadakannya di Shanghai, Tiongkok. Babak kualifikasi untuk wilayah Asia Tenggara ini sudah menjelang hari kesepuluh. Pada hari kesepuluh ini, tim BTR atau Bigetron Esports berhasil bangkit dan meraih 5 kali Winner Winner Chicken Dinner.


Sebelumnya, BTR Esports memang tampil kurang memuaskan walaupun peringkatnya masih bertengger di puncak klasemen. Nampaknya, BTR Esports berharap membuktikan bahwa timnya dapat bangkit lagi. Pada lomba di hari kesepuluh ini, pertarungan sengit terjadi antara tim yang menghuni grup A dan grup B. Lomba di hari kesepuluh ini diselenggarakan oleh Tencent dengan lomba di map yang berbeda, ialah map Miramar, map Vikendi, map Sanhok, serta map Erangel. Lomba di map Erangel di gelar sebanyak 3 kali.

BTR berhasil meraih Winner Winner Chicken Dinner (WWCD) di setiap lomba yang dijalani, selain dikala mereka berlomba di map Miramar pada putaran kelima. Lomba di map Miramar putaran kelima hal yang demikian tim YOODO berhasil meraih Winner Winner Chicken Dinner (WWCD). Memperoleh 5 kali Winner Winner Chicken Dinner (WWCD) tentu membikin posisi BTR Esports semakin kokok di puncak klasemen PMCO Fall Split SEA League 2019. Pun raihan nilai BTR Esports mencapai 200 nilai. Sementara untuk posisi kedua diraih oleh Mega Conqueror.



Raihan yang didapat oleh BTR Esports ini tentu ialah raihan yang bagus. Jikalau BTR Esports konsisten dapat mempertahankan peringkatnya di puncak klasemen PMCO Fall Split SEA League 2019, karenanya mereka akan lolos untuk melaju ke babak final global yang akan diselenggarakan oleh Tencent di Malaysia.

Sebelumnya, BTR Esports juga sempat melaju ke final global di PMCO Spring Final Global lalu, yang diadakan di Berlin. Tim BTR sendiri memang dikenal sebagai tim yang hebat di Indonesia. Torehan prestasi dari tim PUBG Mobile Indonesia ini memang tidak diragukan lagi.


Indonesia sendiri di ajang PMCO Fall Split SEA League mengirimkan 5 tim esports yang hebat, ialah Bigetron RA, EVOS Esports, RYU, NFT ESPORTS, dan BOOM ID. Turnamen PUBG Mobile PMCO Fall Split SEA League ini akan berakhir pada 13 Oktober 2019. Tentunya perjalanan yang harus dilalui oleh BTR Esports dan tim esports lainnya masih panjang. Semoga saja, BTR Esports dapat konsisten mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Tak cuma BTR Esports saja, segala tim esports Indonesia di turnamen PMCO semoga dapat meraih hasil yang memuaskan.

TOP GAME :
PUBG
MOBILE LEGENDS
ARENA OF VALOR
DOTA 2 

Wednesday, 25 September 2019

First Warriors Medan Hasilkan 8 Pemain FF Andalan


First Warriors Medan Hasilkan 8 Pemain FF Andalan - First Warriors yakni kompetisi khusus yang diadakan untuk mencari talenta-talenta baru dalam dunia Dipungut Fire. Persaingan ini menjadi kans bagi para pemain Dipungut Fire Indonesia untuk menggeluti profesi sebagai gamer profesional. Dilansir dari revivaltv.id, kompetisi ini juga menjadi audisi atlet esports pertama yang diadakan seketika oleh Garena Indonesia. Lalu, kota pertama yang menggelar audisi menarik yang satu ini yakni Medan.

Hari Pekan, 15 September 2019 kemarin menjadi peristiwa bersejarah bagi para pemain Dipungut Fire di Medan. Pada kompetisi ini, ada 144 pemain Dipungut Fire yang berasal dari beraneka penjuru Medan. Sebanyak 144 pemain ini sebelumnya sudah mengikuti kualifikasi online melalui platform Yamisok. Dari sempurna 2.250 peserta, hanya ada 144 pemain yang kesudahannya bisa mengikuti kualifikasi offline dan memperebutkan “Golden Ticket”.


Apa itu Golden Ticket? Dalam kompetisi First Warriors ini, Golden Ticket yakni sebuah jalan menuju kompetisi utama di Jakarta. Mirip seperti ajang pencarian talenta pada biasanya, kompetisi ini juga menyeleksi ratusan pemain hal yang demikian untuk diambil beberapa yang paling kompeten. Mereka yang memperoleh Golden Ticket akan maju ke babak utama di Jakarta. Lalu, siapakah pemain bertalenta yang berhasil memperoleh Golden Ticket?

Pada hari Pekan kemarin, 144 pemain bertarung sengit untuk memperebutkan tiket hal yang demikian. Mereka berlomba dalam 3 wave dan dua ronde. Lalu, tiap-tiap wave-nya memiliki 50 slot pemain. Dari tiap-tiap wave, ada 16 pemain terbaik yang mempunyai hak untuk melaju ke babak akhir audisi. Lalu, pada babak akhir audisi, akan dipilih 8 pemain yang mempunyai hak menerima Golden Ticket dan terbang ke Jakarta untuk menjalani masa karantina sebelum masuk ke Grand Final Audisi.


Setelah menjalani serangkaian perlombaan yang melelahkan, kesudahannya First Warriors Medan sudah menerima 8 pemain terbaik mereka. Berikut yakni nama-nama pemain Dipungut Fire yang menerima Golden Ticket.

1.       Ali Nafia Nasution dengan nickname SE. Makali

2.       Nurruzzahri dengan nickname Ne.Ex.REY

3.       Said Khairiza Aditya dengan nickname SVX.DarkL yang juga berpredikat sebagai MVP Final Audisi.

4.       Rizqi Safaraz dengan nickname ANT.Ariz

5.       Teja Sandika dengan nickname SLP.Jokowi

6.       Muhammad Akbar Halqi dengan nickname S2.Halqi

7.       Muhammad Rizki Tholib dengan nickname sf.***mp4

8.       Dimas Aditya dengan nickname S4.D-AD

Sepanjang cara kerja audisi esports hal yang demikian, ada banyak hal menarik yang mengiringinya. Tidak dikira-sangka, kompetisi ini juga dihadiri oleh banyak sekali pemain wanita yang selama ini dianggap sepele. Ketidakhadiran banyak pemain wanita ini tentu bisa memanaskan antusiasme para gamers. Pemain Dipungut Fire pria tentu tidak ingin kalah dengan para pemain Dipungut Fire wanita. Persaingan First Warriors Medan ini bahkan berlangsung dengan sungguh-sungguh meriah.


Seperti yang sudah dibahas kemarin, Medan menjadi lokasi pertama dalam melaksanakan kompetisi offline. Masih ada 5 kota besar lain yang akan menggelar kompetisi offline serupa, yakni Batam, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Jakarta. Anda yang berada di kota yang tidak diceritakan masih tetap bisa mengikuti audisi. Caranya yakni dengan mengikuti audisi online di regional kota yang diceritakan di atas. Masih ada kans untuk mengikuti turnamen ini, lho.

 yakni isu terupdate mengenai kompetisi First Warriors yang baru saja digelar di Medan. Apakah Anda masih antusias untuk menanti nama-nama peraih Golden Ticket di kota-kota selanjutnya? Ikuti terus update infonya di ESPOTS 88 ya. Siapa tahu, ada nama yang Anda ketahui masuk ke dalam daftar peraih Golden Ticket.

TOP GAME :
PUBG
MOBILE LEGENDS
ARENA OF VALOR
DOTA 2 

Monday, 23 September 2019

Kisah Mantan Pelatih EVOS yang Gagal Latih Timnas MLBB



Kisah Mantan Pelatih EVOS yang Gagal Latih Timnas MLBB - Gemik merupakan mantan pelatih tim EVOS Esports divisi Mobile Legends. Gemik pernah melatih EVOS Esports pada MPL Season 3. Mantan pelatih EVOS Esports hal yang demikian dikabarkan telah pernah ditawari untuk menjadi pelatih timnas Mobile Legends untuk berlomba di gelanggang SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Namun, tak diketahui pasti mengapa Gemik walhasil tak menjadi pelatih timnas Mobile Legends: Bang Bang Indonesia.

Bersumber dari spin_esports, Gemik merupakan mantan pelatih EVOS yang berasal dari negara Perancis, dia melatih EVOS hanya dalam bentang waktu 2 bulan saja. Sesudah mendapatkan tawaran untuk melatih timnas Mobile Legends, Gemik hakekatnya telah membicarakan tawaran hal yang demikian, melainkan dia tak melanjutkan pembicaraan hal yang demikian sehingga dia tak jadi ditunjuk untuk menjadi pelatih timnas Mobile Legends.


Ketika ini, timnas Mobile Legends telah menunjuk TiBold (Jeremy Yulianto) untuk menjadi pelatih timnas Mobile Legends Indonesia untuk berlomba di gelanggang SEA Games 2019. Ketika ini, tak diketahui pasti Gemik menjadi pelatih tim esports mana. Namun, seandainya dilihat dari akun Instagram-nya @gemiksquad02 dia dikala ini masih aktif bermain Mobile Legends, karena dari postingannya di Instagram dia sering meng-unggah perihal gameplay, statistik, dan foto-foto yang berkaitan dengan Mobile Legends.

Gemik bukan hanya menjadi pelatih tim esports Mobile Legends, melainkan dia juga mempunyai skill bermain Mobile Legends yang tak kalah jauh dari para pro player lainnya. Ketika bermain Mobile Legends, Gemik sering menerapkan hero midlaner seperti mage atau assassin. Gemik merupakan pelatih yang cukup berteman bagi para pro player yang dilatihnya, karena dia mampu beradaptasi dengan baik.


Kaprah-kira apa ya yang membuat Gemik tak melanjutkan pembicaraan dengan pihak timnas Mobile Legends Indonesia? Meski Gemik telah direncanakan akan menjadi pelatih timnas Mobile Legends Indonesia? Atau mungkin saja karena Gemik merupakan warga negara autentik perancis, bisa juga karena jarak antara Perancis dengan Indonesia yang tak dekat dan tak mudah bagi Gemik untuk pulang pergi dari Perancis-Indonesia.

Batalnya Gemik menjadi pelatih timnas MLBB, bisa juga dikarenakan manajemen timnas tak benar-benar membicarakan hal hal yang demikian terhadap Gemik. Meski Gemik tak jadi melatih timnas MLBB, melainkan banyak penggemar yang masih menginginkannya untuk melatih tim-tim di Indonesia.


Dalam melatih tim esports, Gemis selalu mempunyai strategi yang akurat. Malah, Gemik bisa mengenal hero apa saja yang mempunyai kecocokan dikala diaplikasikan untuk berlomba dalam gameplay Mobile Legends: Bang Bang. Gemik juga mempunyai pengetahuan yang baik perihal metode-metode menjalankan pertahanan maupun serangan yang ada di dalam game esports Mobile Legends: Bang Bang. Wah, ternyata sebelum TiBold dan G sah jadi pelatih, Gemik juga sempat ditawari ya sobat gamers.

TOP GAME :
PUBG
MOBILE LEGENDS
ARENA OF VALOR
DOTA 2 

Malaysia Jadi Tuan Rumah PMCO Fall Split Global Final!


Malaysia Jadi Tuan Rumah PMCO Fall Split Global Final! - Tencent ketika ini tengah mengadakan turnamen PUBG Mobile PMCO Fall Split 2019. Dikala ini, tengah berlangsung babak kualifikasi di tiap region. Diinformasikan dari bola.com, kawasan Asia Tenggara ketika ini sedang berlaga di Shanghai, Tiongkok. Meski tengah melangsungkan babak kualifikasi di tiap region, namun Tencent terbukti telah memilih tuan rumah untuk gelaran final PMCO Fall Split Global 2019 ini.

Apabila sebelumnya pada PMCO Spring, Berlin ditunjuk sebagai tuan rumah, kali ini giliran salah satu negara di Asia Tenggara yang ditunjuk menjadi tuan rumah PMCO Fall Split 2019, yakni Malaysia. Untuk gelaran final PMCO Fall Split Global Final ini akan berlangsung dari tanggal 23 November sampai 1 Desember di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia.



Dalam gelaran final PMCO Fall Split Global ini aka nada 16 regu yang siap memperebutkan gelar juara. Tentunya 16 regu tersebut berasa dari beragam negara di dunia. Di antara 16 regu tersebut ada 13 regu yang tentunya berasal dari regu terbaik yang sukses lolos pada babak regional. Selain itu, ada regu dari tuan rumah, yakni regu PUBG Mobile dari Malaysia.

Pada gelaran PMCO Fall Split Global ini, Tencent mengadakan babak kualifikasi pada sembilan regional. Apabila di tiap regional hanya mengirimkan satu perwakilannya saja, namun regu yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan akan mengirimkan 2 perwakilannya.


Seperti pada PMCO gelaran sebelumnya, aka nada 3 regu terbaik yang ikut serta serta dalam babak prelims. Jadi, regu-regu yang masuk ke peringkat 2 ataupun 3 di babak regional, akan berlaga khususnya dahulu untuk memperebutkan 3 slot yang tersisa untuk melaju ke final PMCO Fall Split Global 2019. Setelah slot terisi, keenambelas regu siap berlaga memperebutkan gelar juara.

Tencent sendiri telah menyiapkan hadiah yang betul-betul banyak, malahan angka hadiahnya menempuh 2,5 juta AS atau sepadan dengan 35 miliar rupiah. Hakekatnya, PMCO Fall Split 2019 ini agak sedikit berbeda dengan gelaran PMCO yang sebelumnya. Pasalnya, Tencent melegalkan sebagian hukum yang baru. salah satunya ya penerapan sistem nilai.


Penghitungan nilai yang baru lebih mengembangkan adanya keseimbangan antara strategi serta kesanggupan menembak dari pemain. Dalam gelaran PMCO Fall Split 2019 ini, regu yang sukses menerima Chicken Dinner tidak diberikan 30 nilai lagi. Tencent akan memberikan 20 nilai bagi regu yang meraih Chicken Dinner. Sementara untuk peringkat kedua dan ketiga, akan menerima nilai yang lebih sedikit. Peringkat 2 meraih 14 nilai. Sementara untuk peringkat 3 akan menerima 10 nilai. Jumlah nilai yang telah didapat tersebut akan otomatis ditambahkan dengan perolehan kill yang diraih regu selama turnamen PMCO Fall Split 2019. Gimana, menarik kan sobat gamers?

BOOM Habisi Alpha x Hashtag, Welcome Closed Qualifier


BOOM Habisi Alpha x Hashtag, Welcome Closed Qualifier - Dari turnamen ESL One Hamburg 2019 open qualifier region Asia Tenggara, BOOM Esports berhasil mengamankan satu karcis untuk berlaga di closed qualifier setelah menumbangkan regu kuat Alpha x Hashtag di babak semi final dengan poin 2-1. Pertemuan BOOM Esports dengan Alpha x Hashtag ini hakekatnya bukan yang pertama kali sebab sebelumnya mereka bermain dengan nama Power Of MYSGAU yang pernah menumbangkan BOOM di musim kemarin.


Pada game pertama, kedua regu terlihat sama kuat di permulaan permainan dimana BOOM Esports melaksanakan pick hero Elder Titan, Kunkka, Dark Willow, Faceless Void dan Tiny. Sementara Alpha x Hashtag melaksanakan pick hero Shadow Demon, Leshrac, Omniknight, Skywrath Mage dan Puck. Dominasi dari si kecil-si kecil Hungry Beast mulai terlihat di menit 30 ke atas. Hero yang diambil Alpha x Hashtag sama sekali tidak bisa membendung gempuran dari Tiny dan kawan-kawan.  BOOM Esports meraih kemenangan di game pertama dalam waktu 44 menit dengan poin 33-13.

Alpha x Hashtag berhasil mencuri kemenangan di game kedua dengan hero Elder Titan, Enigma, Leshrac, Timbersaw dan Puck. Meskipun BOOM Esports bermain dengan hero Treant Protector, Grimstroke, Spectre, Kunkka dan Templar Assasin. Di game kedua ini Alpha x Hashtag berhasil mengurung para pemain BOOM Esports dengan hero-hero yang kuat di early. Timbersaw yang dimainkan oleh Velo berhasil untuk mengacak-acak pertahan dari BOOM Esports, bahkan InYourdreaM dan Mikoto bahkan benar-benar sulit untuk menyentuhnya. BOOM Esports dipaksa menyerah dalam waktu relatif singkat 25 menit dengan poin 21-9.

Di game penentuan, permainan menjadi lebih sengit sejak menit permulaan. Hampir mirip dengan game sebelumnya, Alpha x Hashtag tampaknya berharap melaksanakan rat gaming dengan Tinker. Meskipun unggul jauh dari segi networth dan jumlah kill, BOOM Esports bermain cukup baik sekali dengan tidak terburu-buru untuk melaksanakan push. Akhirnya, game bahkan dimenangkan oleh Khezcute dan kawan-kawan dalam waktu 65 menit dengan poin 56-23.


Sebelum menghadapi Alpha x Hashtag, BOOM Esports mesti melakoni perlombaan sengit di babak perempat final menghadapi regu Reality Rift dengan wujud best of 1. BOOM Esports menyudahi perlawanan dari regu asal Singapura ini dalam waktu 56 menit.

Closed qualifier akan dimulai pada hari Jumat ini tanggal 27 – 29 September 2019 dan hanya mencari satu regu jawara untuk bisa berlaga di babak utama ESL One Hamburg 2019 yang digelar pada tanggal 25-27 Oktober 2019.  Tapi apabila kita perhatikan, tanggal tersebut bentrok dengan turnamen Dota 2 ESL Clash of Nations dimana BOOM Esports telah dipastikan tampil sebagai jawara dari ESL Indonesia.

TOP GAME :
PUBG
MOBILE LEGENDS
ARENA OF VALOR
DOTA 2 

Sunday, 22 September 2019

EVOS Melepas Tiga Punggawa, Termasuk Divisi Dota 2


EVOS Melepas Tiga Punggawa, Termasuk Divisi Dota 2 - Siapa tidak kenal EVOS Esports Dota 2 yang menguasai beraneka kejuaraan serta pesaing ketat regu raksasa lainnya. Tim ini dapat dibilang superstar Dota 2 yang tidak pernah patah semangat dan punya mental kampiun secara matang. Mereka tidak siap mendapatkan kekalahan karena konsentrasi pada kemenangan di tiap perlombaan. Berbeda dengan regu raksasa Dota 2 lainnya yang lebih memperlihatkan skill individu, EVOS Esports malahan lebih mengutamakan taktik.

Prestasi regu ini sudah tidak diragukan lagi dengan segudang renggutan kampiun di beraneka variasi kompetisi. Banyak pemain esports tanah air yang terinspirasi oleh taktik regu ini untuk mendapatkan kemenangan. Bagi EVOS, kemenangan merupakan segalanya walaupun sepatutnya mengorbankan beraneka variasi pengorbanan. Hal itu lah yang diperkirakan publik sebagai penyebab kemajuan EVOS ditimbang regu lainnya.


Pengorbanan yang dikerjakan EVOS untuk mendapatkan kemenangan antara lain dengan cara mengorbankan waktu. Mereka berlatih dengan bermotivasi hingga waktu mereka seolah-olah cuma untuk memperdalam produktivitas regu. Kecuali itu, EVOS juga selalu melowongkan waktu untuk menyaksikan perlombaan lawan sebagai cara pengamatan. Pengamatan yang dikerjakan EVOS terhadap lawannya tidak lain merupakan usaha untuk mencari kelemahan regu yang sedang diamati.

Tim yang punya logo macan menganga ini juga siap bila mereka sepatutnya mengganti roaster untuk mengkoreksi produktivitas. EVOS cukup percaya diri bahwa pemain bintang esports akan berlabuh padanya bila melepas sebagian roasternya. Seperti ketika tiga pemainnya menyatakan selamat tinggal pada EVOS pada tanggal 20 September 2019 kemarin. EVOS tidak demikian itu panik menyikapinya malahan tampak amat hening untuk regu yang ditinggalkan tiga roaster sekalian.

Komunitas Dota 2 yang jadi penggemar setia EVOS sepertinya kaget dengan kepergian Sultandyo Raihan atau EVOS.Mythr. Pemain yang dijuluki Mage beringas ini sudah banyak memberikan sumbang sih bagi EVOS Esports untuk bertanding di beraneka kompetisi. Hebatnya lagi, EVOS.Mythr pernah membawa regu yang dibelanya untuk menjuarai piala ASL season 2 sebagian waktu lalu. Gelar kampiun tersebut melanjutkan kemaha dahsyatan EVOS sebagai superstar tunggal AOV tanah air Indonesia.



Sayangnya, di ASL kemarin Mythr tidak tampak bermain bersama EVOS Esports karena ia memilih untuk vakum setelah ASL season 2. Alasan Myther untuk vakum masih belum dikenal secara valid dan jelas karena memang tidak ada dilema sebelumnya. Banyak pihak yang berasumsi bahwa Mythr berharap melakukan istirahat setelah lelah secara jasmaniah dan mental dalam berkarir. Namun, ada juga yang menyiarkan informasi negatif berasumsi bahwa Mythr memang sudah kurang produktif sebagai anggota EVOS Esports.

Kemudian, si cantik Indah Puspita atau EVOS.Ayse yang jadi pemain EVOS Galaxy divisi Point Blank malahan ikut serta keluar. Alasan Ayse berpisah dari EVOS Galaxy malahan masih simpang siur karena belum ada konfirmasi dari pihak yang bersangkutan. Sangat disayangkan bila Ayse sepatutnya keluar dari EVOS Galaxy karena riwayat prestasinya yang baik. Pasalnya, Ayse pernah membawa EVOS Galaxy menjadi regu tanpa tandingan di PBLC skala nasional sebagian waktu lalu.


Satu lagi pemain hebat yang keluar dari EVOS merupakan Taufik Hidayah yang punya nickname Jiao pada divisi EVOS Mobile Legends. Jiao berpisah dari EVOS karena performa buruk yang sepertinya sudah amat tidak dapat dipertahankan. Sesudah EVOS peroleh formasi terbaiknya di MPL season 4, Jiao malahan sepatutnya mendapatkan keputusan manajemen. Sedangkan, sebelumnya Jiao amat lihai dalam memainkan beraneka variasi hero sebelum datangnya pemain baru yang lebih produktif.

Semoga para pemain yang pernah tergabung dalam EVOS Esports dan sudah keluar, dapat menemui kesuksesan di daerah lain. Baik di divisi EVOS Esports Dota 2, Mobile Legends, atau Point Blank, sepertinya akan tetap berjaya dengan pemain barunya. Namun bagaimana berdasarkan Anda selaku fans berat EVOS Esports mengenai kepergian tiga roaster ini?

TOP GAME :
PUBG
MOBILE LEGENDS
ARENA OF VALOR
DOTA 2